Optimalisasi Fogging Berbasis Pengendalian Vektor dalam Mewujudkan Lingkungan Sehat dan Bebas Nyamuk di Desa Sukadana

Authors

  • Muhamad Rizka Saomi 5Institut Agama Islam Pangeran Dharma Kusuma Indramayu, Indonesia
  • Dzikry Nurdini Institut Agama Islam Pangeran Dharma Kusuma Indramayu, Indonesia
  • Sa’diyatul Fajriyah Institut Agama Islam Pangeran Dharma Kusuma Indramayu, Indonesia
  • Cica Arlinda Institut Agama Islam Pangeran Dharma Kusuma Indramayu, Indonesia
  • Fajar Abdullah Institut Agama Islam Pangeran Dharma Kusuma Indramayu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55656/kjpkm.v3i1.523

Keywords:

Fogging, Abate, Demam Berdarah Dengue, Pengendalian Vektor, Partisipasi Masyarakat

Abstract

Kesehatan lingkungan merupakan salah satu faktor fundamental dalam menjaga kualitas hidup masyarakat. Lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari sumber penyakit memungkinkan masyarakat beraktivitas dengan nyaman, produktif, dan aman dari risiko penularan penyakit. Di Indonesia, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi, masalah kesehatan lingkungan masih menjadi tantangan serius. Salah satu isu kesehatan yang paling menonjol adalah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan: (1) menurunkan kepadatan nyamuk dewasa melalui fogging, (2) mengurangi jumlah jentik nyamuk pada tempat penampungan air dengan penaburan abate (temephos), (3) meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pencegahan DBD, serta (4) memberikan edukasi kesehatan terkait kebersihan lingkungan dan penerapan gerakan 3M Plus di Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Metode yang digunakan meliputi fogging menggunakan mesin thermal fogger, penaburan larvisida, dan edukasi kesehatan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan penurunan populasi nyamuk dewasa secara signifikan dan meningkatnya partisipasi aktif masyarakat dalam program pencegahan DBD. Gap yang diidentifikasi adalah minimnya integrasi antara pengendalian nyamuk secara kimia, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat dalam praktik pengendalian DBD yang berkelanjutan. Novelty dari kegiatan ini terletak pada penerapan pendekatan Pengendalian Vektor Terpadu (Integrated Vector Management) yang menggabungkan intervensi teknis dan edukasi masyarakat secara simultan, sehingga tidak hanya menekan populasi nyamuk, tetapi juga mendorong peran aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan sehat bebas nyamuk.

 

Downloads

Published

2026-03-30